Peran Pembimbing ( Muthawwif ) dalam perjalanan Ibadah di Tanah Suci
oleh Admin Pusat
Ditulis pada
05 Januari 2026
Dalam pelaksanaan ibadah umrah, jamaah sering kali membayangkan fokus utama hanya pada doa dan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Padahal, agar ibadah umrah dapat berjalan dengan benar dan tenang, jamaah sangat membutuhkan pendampingan yang tepat. Di sinilah peran pembimbing ibadah atau muthawwif menjadi sangat penting dalam setiap perjalanan umrah
Secara umum, muthawwif adalah orang yang membimbing jamaah dalam pelaksanaan ibadah umrah sesuai tuntunan syariat. Tugasnya tidak hanya memimpin doa, tetapi juga menjelaskan tata cara umrah secara bertahap dan mudah dipahami. Sebelum keberangkatan, muthawwif biasanya terlibat dalam kegiatan manasik. Pada tahap ini, jamaah diberikan pemahaman tentang niat umrah, ihram, tawaf, sa’i, hingga tahallul. Penjelasan ini sangat membantu, terutama bagi jamaah lansia atau jamaah yang baru pertama kali melaksanakan umrah.
Saat berada di Tanah Suci, peran muthawwif semakin terasa. Ia akan memandu jamaah ketika mengambil miqat, mengingatkan bacaan niat, serta mengarahkan pelaksanaan ihram, tawaf dan sa’i dengan tertib. Dalam kondisi Masjidil Haram yang padat, kehadiran muthawwif juga membuat jamaah lebih tenang karena tahu harus mengikuti siapa dan ke mana harus melangkah. Jika ada jamaah yang kelelahan, bingung, atau tertinggal, muthawwif akan membantu dan mencarikan solusi terbaik sesuai kondisi jamaah.
Selain pembimbing ibadah, biro travel umrah memiliki peran penting sebagai pengelola perjalanan secara menyeluruh. Travel bertanggung jawab mengurus administrasi, visa, tiket pesawat, hotel, transportasi, hingga konsumsi jamaah. Travel yang profesional juga memastikan jumlah muthawwif sebanding dengan jumlah jamaah, sehingga pendampingan bisa maksimal dan tidak terburu-buru.
Hubungan antara muthawwif dan biro travel bersifat saling melengkapi. Muthawwif memastikan ibadah jamaah berjalan sesuai tuntunan, sementara travel memastikan perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan tertata. Dengan dukungan dua peran ini, jamaah yang bahkan sudah lansiadapat menjalankan ibadah umrah dengan lebih khusyuk, tidak terbebani urusan teknis, dan fokus pada makna ibadah. Perjalanan umrah pun menjadi pengalaman yang menenangkan dan berkesan.