Makna dan Keutamaan Umrah bagi Umat Islam

oleh Admin Pusat


Ditulis pada 07 Januari 2026



Umrah merupakan salah satu ibadah yang memiliki nilai spiritual tinggi dalam ajaran Islam. Ibadah ini sering disebut sebagai haji kecil karena memiliki beberapa rangkaian ibadah yang mirip dengan haji, seperti ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul. Berbeda dengan haji yang memiliki waktu pelaksanaan tertentu, umrah dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun. Hal ini menjadikan umrah sebagai ibadah yang banyak diminati oleh umat Islam dari berbagai kalangan. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, umrah juga menjadi sarana untuk memperkuat iman dan memperbaiki kualitas spiritual seorang Muslim.

 

Pengertian Umrah:

   Umrah berasal dari bahasa Arab yang berarti berkunjung atau mendatangi suatu tempat. Dalam konteks syariat Islam, umrah diartikan sebagai ibadah yang dilakukan dengan mengunjungi Baitullah di Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah tertentu sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Umrah memiliki rukun yang wajib dilaksanakan, yaitu niat ihram, tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah, serta tahallul sebagai penutup rangkaian ibadah. Selain rukun, umrah juga memiliki syarat sah yang harus dipenuhi oleh jamaah, seperti beragama Islam, baligh, berakal, dan mampu secara fisik maupun finansial. Kemampuan ini tidak hanya diartikan sebagai kecukupan biaya, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual dalam menjalankan ibadah dengan penuh kesungguhan. Dengan demikian, umrah bukan sekadar perjalanan religi, melainkan ibadah yang menuntut kesadaran dan tanggung jawab penuh dari setiap jamaah.

 Dalam praktiknya, pelaksanaan umrah juga memerlukan pemahaman manasik agar setiap rangkaian ibadah dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Kesalahan dalam pelaksanaan dapat memengaruhi kesempurnaan ibadah. Oleh karena itu, pengertian umrah tidak hanya sebatas definisi, tetapi juga mencakup pemahaman mendalam terhadap tata cara, tujuan, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

 

Makna Spiritual umrah:

 Umrah memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi umat Islam. Selama melaksanakan ibadah ini, jamaah diajak untuk melepaskan diri dari kesibukan duniawi dan memusatkan perhatian sepenuhnya kepada Allah SWT. Proses ini menjadi sarana muhasabah diri, yaitu refleksi atas perbuatan, kesalahan, dan dosa yang pernah dilakukan. Dengan hati yang ikhlas dan penuh penyesalan, umrah menjadi momentum untuk memulai kehidupan yang lebih baik. Pakaian ihram yang sederhana mengandung makna kesetaraan dan kerendahan hati. Semua jamaah, tanpa memandang status sosial, jabatan, maupun latar belakang, tampil dalam pakaian yang sama. Hal ini mengajarkan bahwa di hadapan Allah SWT, semua manusia memiliki kedudukan yang setara dan yang membedakan hanyalah ketakwaannya. Nilai ini diharapkan dapat membentuk sikap rendah hati dan menjauhkan diri dari sifat sombong dalam kehidupan sehari-hari.Rangkaian ibadah seperti tawaf dan sa’i juga sarat dengan makna spiritual. Tawaf mengelilingi Ka’bah melambangkan kepatuhan dan ketundukan total kepada perintah Allah SWT, sementara sa’i mencerminkan perjuangan dan usaha manusia dalam menghadapi kehidupan. Sa’i mengajarkan bahwa doa dan harapan harus disertai dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh, sebagaimana kisah Siti Hajar yang berusaha mencari air untuk putranya dengan penuh keyakinan dan kesabaran.

 

Keutamaan Umrah bagi Umat Islam:

     Umrah memiliki banyak keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, di antaranya sebagai sarana penghapus dosa dan peningkatan ketakwaan. Selain itu, umrah juga dapat memberikan ketenangan batin dan memperkuat hubungan spiritual antara hamba dengan Allah SWT. Pelaksanaan umrah secara berjamaah juga mempererat ukhuwah Islamiyah, karena mempertemukan umat Islam dari berbagai negara dan budaya dalam satu tujuan ibadah.

    Selain sebagai penghapus dosa, umrah juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan. Selama berada di Tanah Suci, jamaah lebih banyak meluangkan waktu untuk beribadah, berzikir, dan berdoa. Suasana religius ini mampu menumbuhkan ketenangan batin serta memperkuat kesadaran akan tujuan hidup sebagai hamba Allah. Banyak jamaah yang merasakan perubahan sikap dan perilaku setelah melaksanakan umrah, seperti meningkatnya kedisiplinan dalam beribadah dan kepedulian terhadap sesama.

Keutamaan lainnya dari umrah adalah mempererat ukhuwah Islamiyah. Pelaksanaan umrah mempertemukan umat Islam dari berbagai bangsa, suku, dan latar belakang budaya dalam satu tujuan yang sama, yaitu beribadah kepada Allah SWT. Interaksi ini menumbuhkan rasa persaudaraan dan solidaritas antarumat Islam. Dengan demikian, umrah tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga memberikan nilai sosial yang memperkuat persatuan umat.

 

Kesimpulan:

Umrah merupakan ibadah yang memiliki makna dan keutamaan yang sangat besar bagi umat Islam. Tidak hanya sebagai ibadah ritual, umrah juga menjadi sarana pembinaan spiritual, pembentukan akhlak, serta peningkatan kesadaran akan hakikat kehidupan. Dengan memahami pengertian dan makna spiritual umrah secara mendalam, diharapkan umat Islam dapat menjadikan ibadah ini sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih taat, rendah hati, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan.

Berita lainnya

blog-img

Umroh Keluarga: Membangun Ikatan Ukhuwah di Tanah Suci

Umrah bersama keluarga mengubah ibadah individu menjadi pengalaman kolektif penuh berkah. Bukan sekadar ziarah, ini kesempatan mendidik anak-anak tentang sejarah Ka'bah sambil mempererat silaturahm...

Selengkapnya
23 Januari 2026
blog-img

Kota Thaif: Permata Sejuk di Provinsi Mekkah

Kota Thaif, terletak sekitar 100 km timur laut Mekkah di Provinsi Mekkah, Arab Saudi, dikenal sebagai "Kota Mawar" berkat iklim sejuknya di lereng Pegunungan Hijaz dengan suhu rata rata 20-30Â...

Selengkapnya
23 Januari 2026
blog-img

ASBABUN NUZUL SURAH AL-BAQARAH AYAT 196: LATAR BELAKANG DAN MAKNA YANG TERKANDUNG

Memahami alasan turunnya setiap ayat dalam Al-Qur’anmenjadi kunci penting untuk mengungkap makna yang sebenarnya terkandung di dalamnya. Hal ini berlaku juga bagi Surah Al-Baqarah ayat 196, ...

Selengkapnya
22 Januari 2026