Pelaksanaan Perjalanan Umrah sebagai Ibadah Umat Islam

oleh Admin Pusat


Ditulis pada 12 Januari 2026



Pelaksanaan perjalanan umrah merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Umrah menjadi sarana bagi seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui rangkaian ibadah yang dilakukan di Tanah Suci, yaitu Makkah dan Madinah. Tidak hanya sebagai perjalanan religius, umrah juga mencerminkan ketaatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah agama.

Pelaksanaan perjalanan umrah diawali dengan tahap persiapan, baik secara administratif maupun spiritual. Jamaah diwajibkan melengkapi dokumen perjalanan serta mengikuti manasik umrah. Manasik bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada jamaah mengenai tata cara pelaksanaan ibadah umrah, seperti niat ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul. Pembekalan ini sangat penting agar jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan tertib dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

        Setibanya di Tanah Suci, jamaah melaksanakan rangkaian ibadah umrah dengan bimbingan pembimbing ibadah. Tawaf di sekitar Ka’bah menjadi momen yang penuh makna karena jamaah dapat berdoa dan bermunajat secara langsung di tempat yang mulia. Selanjutnya, sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah mengajarkan nilai perjuangan, kesabaran, serta tawakal kepada Allah SWT, sebagaimana keteladanan yang dicontohkan oleh Siti Hajar.

Selain ibadah ritual, pelaksanaan perjalanan umrah juga diisi dengan kegiatan ziarah ke tempat-tempat bersejarah Islam, seperti Masjid Nabawi dan lokasi perjuangan Rasulullah SAW. Kegiatan ini memberikan nilai edukatif sekaligus memperkuat kecintaan jamaah terhadap Islam                                 Selain itu, manasik juga berfungsi sebagai pembinaan mental agar jamaah siap menghadapi berbagai kondisi selama berada di Tanah Suci. Dengan adanya manasik, jamaah diharapkan mampu melaksanakan ibadah dengan tertib, khusyuk, dan sesuai dengan tuntunan agama.

Setibanya di Tanah Suci, pelaksanaan perjalanan umrah memasuki tahap inti, yaitu pelaksanaan rangkaian ibadah. Jamaah memulai ibadah umrah dengan mengenakan pakaian ihram dan berniat di miqat. Selanjutnya, jamaah melaksanakan tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Tawaf menjadi simbol penghambaan dan ketundukan manusia kepada Allah SWT, di mana seluruh jamaah bergerak serempak mengelilingi satu titik pusat yang sama. Momen ini sering kali menghadirkan suasana haru dan kekhusyukan yang mendalam bagi jamaah.

Setelah tawaf, jamaah melaksanakan sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah. Ibadah sa’i mengandung nilai keteladanan dari kisah Siti Hajar yang berjuang dengan penuh kesabaran dan keyakinan kepada Allah SWT. Sa’i mengajarkan jamaah tentang pentingnya usaha yang sungguh-sungguh disertai dengan tawakal. Rangkaian ibadah umrah kemudian ditutup dengan tahallul sebagai tanda selesainya pelaksanaan umrah.

Selain pelaksanaan ibadah ritual, perjalanan umrah juga diisi dengan kegiatan ziarah ke tempat-tempat bersejarah Islam, terutama di Kota Madinah. Jamaah mengunjungi Masjid Nabawi, Raudhah, serta beberapa situs sejarah perjuangan Rasulullah SAW. Kegiatan ziarah ini memiliki nilai edukatif dan dakwah, karena jamaah dapat mengenal lebih dekat sejarah Islam dan meneladani perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan ajaran Islam.

Dalam pelaksanaan perjalanan umrah, peran biro perjalanan dan pembimbing ibadah sangatlah penting. Biro perjalanan bertanggung jawab dalam mengelola seluruh aspek pelayanan, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga jadwal ibadah jamaah. Sementara itu, pembimbing umrah berperan dalam memberikan bimbingan ibadah, arahan keagamaan, serta pendampingan spiritual kepada jamaah selama perjalanan berlangsung. Pelayanan yang baik akan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kekhusyukan jamaah dalam menjalankan ibadah.

    Secara keseluruhan, pelaksanaan perjalanan umrah bukan hanya sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi merupakan ibadah yang sarat dengan nilai spiritual dan pembinaan keagamaan. Melalui pelaksanaan umrah yang tertib dan penuh kesadaran, jamaah diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tanah air. Umrah menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan akhlak, serta memperkuat keimanan sebagai umat Islam.

Berita lainnya

blog-img

Umroh Keluarga: Membangun Ikatan Ukhuwah di Tanah Suci

Umrah bersama keluarga mengubah ibadah individu menjadi pengalaman kolektif penuh berkah. Bukan sekadar ziarah, ini kesempatan mendidik anak-anak tentang sejarah Ka'bah sambil mempererat silaturahm...

Selengkapnya
23 Januari 2026
blog-img

Kota Thaif: Permata Sejuk di Provinsi Mekkah

Kota Thaif, terletak sekitar 100 km timur laut Mekkah di Provinsi Mekkah, Arab Saudi, dikenal sebagai "Kota Mawar" berkat iklim sejuknya di lereng Pegunungan Hijaz dengan suhu rata rata 20-30Â...

Selengkapnya
23 Januari 2026
blog-img

ASBABUN NUZUL SURAH AL-BAQARAH AYAT 196: LATAR BELAKANG DAN MAKNA YANG TERKANDUNG

Memahami alasan turunnya setiap ayat dalam Al-Qur’anmenjadi kunci penting untuk mengungkap makna yang sebenarnya terkandung di dalamnya. Hal ini berlaku juga bagi Surah Al-Baqarah ayat 196, ...

Selengkapnya
22 Januari 2026