​Perpustakaan Masjid Nabawi: Pusat Literasi Islam dengan Ratusan Ribu Koleksi Multibahasa
oleh Admin Pusat
Ditulis pada
14 Januari 2026
Di antara padatnya arus jamaah yang memadati Masjid Nabawi setiap hari, terdapat sebuah pusat keilmuan yang menjadi magnet edukasi bagi pengunjung dari berbagai negara. Perpustakaan Masjid Nabawi hadir sebagai salah satu rujukan utama literasi dan kajian Islam, dengan koleksi buku dan manuskrip yang sangat kaya serta layanan modern berbasis digital.
Berlokasi di dalam kompleks Masjid Nabawi, perpustakaan ini terbuka bagi peneliti, pelajar, maupun jamaah umum. Koleksinya mencakup ratusan ribu buku cetak dan digital, termasuk naskah-naskah langka yang merekam sejarah keilmuan Islam dari masa ke masa.
Ragam Keilmuan, dari Studi Keislaman hingga Sains
Perpustakaan Masjid Nabawi menaungi lebih dari 70 bidang ilmu utama yang berkembang menjadi ratusan cabang keilmuan. Di dalamnya terdapat kajian Al-Qur’an, hadis, bahasa Arab, sejarah Islam, seni, hingga disiplin ilmu lain yang bersifat klasik maupun kontemporer.
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, perpustakaan ini dilengkapi ruang baca yang tertata rapi serta sistem katalog elektronik yang memudahkan pencarian koleksi. Pengunjung dapat mengakses buku fisik maupun versi digital dari berbagai publikasi ilmiah.
Didirikan lebih dari satu abad lalu, tepatnya pada tahun 1352 Hijriah, perpustakaan ini terus mengalami pembaruan dan pengembangan. Renovasi dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga koleksi warisan intelektual, termasuk manuskrip kuno, kitab wakaf, dan buku-buku berharga yang telah berusia ratusan tahun.
Ratusan Ribu Koleksi dan Mushaf Bersejarah
Saat ini, Perpustakaan Masjid Nabawi menyimpan sekitar 180 ribu buku yang diklasifikasikan ke dalam 71 kategori keilmuan. Di antaranya terdapat puluhan judul khusus tentang sirah Nabi serta kajian tematik Islam lainnya. Seluruh sistem pengelolaan koleksi telah terintegrasi secara digital.
Selain buku, perpustakaan ini juga memiliki ratusan mushaf Al-Qur’an kuno dan manuskrip bersejarah. Bagian manuskrip menyimpan ribuan mushaf tulisan tangan, mushaf berhias, mushaf cetak lama, serta ratusan ribu versi digital Al-Qur’an. Seluruh koleksi dirawat menggunakan teknologi modern untuk restorasi dan sterilisasi, serta disimpan di ruang khusus yang aman.
Layanan Digital dan Departemen Khusus
Seiring transformasi digital global, Perpustakaan Masjid Nabawi mengoperasikan sistem administrasi pintar yang memudahkan pengelolaan dan akses koleksi. Pengunjung juga dapat menggunakan komputer yang telah diisi berbagai e-book pilihan.
Perpustakaan ini memiliki sejumlah departemen pendukung, seperti Departemen Membaca dengan ruang terpisah untuk pria, wanita, dan anak-anak. Terdapat pula Departemen Audio yang mendokumentasikan khutbah, pelajaran, dan doa-doa yang disampaikan di Masjid Nabawi.
Sementara itu, Departemen Teknis bertanggung jawab atas penjilidan, perawatan, serta pemulihan buku dan manuskrip. Departemen Buku Langka menjadi salah satu bagian penting, karena menyimpan koleksi tua yang terawat dengan baik dan memiliki data pencetakan yang jelas.
Mudah Diakses dan Kaya Bahasa
Perpustakaan Masjid Nabawi berada di lantai dua masjid dan dapat dijangkau melalui eskalator di area depan Pintu 10 sisi barat. Di dalamnya, pengunjung akan menemukan rak-rak kayu berisi ribuan buku, lengkap dengan meja dan kursi baca yang nyaman.
Setiap rak dilengkapi penanda klasifikasi, mulai dari tafsir, hadis, tarikh Islam, kamus, biografi ulama, hingga kajian Al-Jarh wa At-Ta’dil. Selain literatur keagamaan, tersedia pula buku tentang kesehatan, sastra, dan sains.
Perpustakaan ini buka setiap hari pukul 08.00 hingga 22.00 Waktu Arab Saudi. Salah satu keunggulannya adalah koleksi buku asing dalam lebih dari 21 bahasa, termasuk bahasa Indonesia.
Di ruang buku asing, koleksi berbahasa Indonesia tersusun berdampingan dengan buku berbahasa Inggris, Spanyol, Jerman, Turki, dan bahasa lainnya. Beberapa judul yang tersedia antara lain Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, Wanita Paling Bahagia di Dunia karya ‘Aidh Al-Qarni, serta karya-karya ulama terkemuka lainnya.