Regulasi Ilahi Ibadah Haji dan Umrah: Pesan Besar dari Surat Al-Baqarah Ayat 196
oleh Admin Pusat
Ditulis pada
20 Januari 2026
Di tengah meningkatnya minat umat Islam untuk menunaikan haji dan umrah, Surat Al Baqarah ayat 196 kembali menjadi sorotan sebagai rujukan utama tata cara pelaksanaan dua ibadah agung itu. Ayat ini bukan hanya memerintahkan “sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah”, tetapi juga mengatur berbagai kondisi khusus yang kerap dihadapi jamaah. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat ini turun terkait peristiwa ketika kaum muslimin terhalang menuju Baitullah, sehingga tidak dapat menyempurnakan manasik secara normal.
Dari sini, Al-Qur’an memberikan panduan rinci: jika jamaah terpaksa berhenti karena sakit, ancaman musuh, atau halangan lain, syariat membuka pintu rukhsah dengan kewajiban menyembelih hadyu sesuai kemampuan. Menariknya, ayat ini juga menata mekanisme fidyah bagi mereka yang harus mencukur rambut dalam keadaan ihram akibat uzur, seperti sakit atau gangguan di kepala. Jamaah diberi tiga pilihan: berpuasa tiga hari, memberi makan enam orang miskin, atau menyembelih seekor kambing, menunjukkan fleksibilitas hukum yang tetap terikat pada takwa.
Bagian akhir ayat menegaskan kewajiban dam bagi pelaksana haji tamattu’ atau qiran yang menggabungkan umrah dan haji dalam satu perjalanan. Bagi yang tidak mampu menyembelih, Al-Qur’an mensyariatkan puasa tiga hari di masa haji dan tujuh hari setelah pulang ke negeri masing-masing, sehingga genap sepuluh hari sebagai bentuk penyempurnaan ibadah. Pengamat fikih haji menilai, struktur hukum dalam ayat ini menunjukkan betapa ibadah haji dan umrah dibangun di atas keseimbangan antara kesempurnaan ritual dan kemudahan bagi jamaah. Di satu sisi, umat diminta menyempurnakan manasik semaksimal mungkin; di sisi lain, mereka tidak dibiarkan kebingungan ketika menghadapi kendala di lapangan. Pesan akhirnya jelas: bertakwalah kepada Allah dan sadari bahwa pelanggaran terhadap aturan haji dan umrah bukan perkara sepele, karena Allah menutup ayat ini dengan peringatan bahwa Dia sangat keras siksaan-Nya.