Talbiyah: Bukan Sekadar Ucapan, Tapi Jawaban Panggilan Ilahi
oleh Admin Pusat
Ditulis pada
22 Januari 2026
Talbiyah bukanlah sekadar rangkaian kalimat yang diucapkan oleh jamaah haji dan umrah. Ia adalah simbol kepatuhan, jawaban atas panggilan Allah SWT, dan awal keterikatan seorang hamba dengan ibadah agung menuju Baitullah. Sejak lafadz talbiyah dilantunkan, seorang muslim secara resmi memasuki suasana ibadah yang penuh kekhusyukan dan penghambaan.
Menurut catatan sejarah Islam, talbiyah pertama kali diucapkan sebagai jawaban atas seruan Nabi Ibrahim AS. Setelah menyelesaikan pembangunan Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru seluruh umat manusia agar menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Dalam riwayat disebutkan, Nabi Ibrahim berdiri di Bukit Abi Qubais dan menyerukan panggilan tersebut. Dengan izin Allah, seruan itu terdengar oleh seluruh manusia, bahkan hingga mereka yang belum lahir. Mereka yang mendengarnya menjawab dengan kalimat talbiyah: “Labbaikallahumma labbaik…”
Tradisi talbiyah ini kemudian ditegaskan dan dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ saat beliau melaksanakan ibadah haji. Sejak itulah, talbiyah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian ibadah haji dan umrah hingga hari ini. Lafadz talbiyah berbunyi: “Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika lakalabbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syariikalak.” Artinya, “Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.”
Talbiyah adalah kalimat pertama yang mengikat seorang jamaah dengan ibadah haji atau umrah. Sejak diucapkan, seorang jamaah telah menjawab panggilan Allah dan berkomitmen untuk menjalani ibadah dengan penuh ketaatan. Rasulullah ﷺ menganjurkan agar talbiyah dibaca dengan suara jelas, diulang-ulang, dan dilantunkan sepanjang perjalanan, sebagaimana praktik para sahabat.
Lebih dari sekadar bacaan lisan, talbiyah adalah deklarasi hati. Di dalamnya terkandung pengakuan tauhid, penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT, serta pelepasan ego dan kepentingan duniawi. Talbiyah melatih keberanian iman: taat tanpa ragu dan tunduk tanpa syarat.
Ibadah haji dan umrah akan terasa jauh lebih bermakna ketika talbiyah tidak hanya dihafal, tetapi juga dihayati maknanya. Karena sejatinya, talbiyah adalah janji setia seorang hamba kepada Rabb-nya—janji untuk hadir, taat, dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT.