Arab Saudi Umumkan Daftar Imam Tarawih Masjidil Haram Ramadan 1447 H
oleh Admin Pusat
Ditulis pada
24 Januari 2026
TAREEMINFO – Pemerintah Arab Saudi secara resmi merilis daftar imam yang akan memimpin salat Tarawih di Masjidil Haram selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 2026 Masehi. Sejumlah imam ternama dengan reputasi internasional dijadwalkan bergantian memimpin ibadah di masjid suci umat Islam tersebut.
Informasi ini disampaikan oleh Presidency of the Two Holy Mosques menjelang datangnya Ramadan, yang setiap tahunnya menjadi momentum kedatangan jutaan jamaah umrah dari berbagai penjuru dunia ke Makkah.
Deretan Imam Tarawih Masjidil Haram
Dalam pengumuman resminya, otoritas setempat menetapkan tujuh imam utama yang akan mengimami salat Tarawih sepanjang bulan Ramadan. Para imam ini dikenal luas karena kualitas bacaan Al-Qur’an, pengalaman keilmuan, serta peran akademik yang mereka jalani.
Berikut nama-nama imam yang dijadwalkan:
Abdurrahman As-Sudais
Ketua Presidensi Urusan Dua Masjid Suci yang terkenal dengan lantunan bacaan yang kuat dan penuh penghayatan.
Maher Al-Muaiqly
Imam Masjidil Haram dengan gaya tilawah yang tenang dan teratur, memiliki pengaruh besar di dunia Islam.
Abdullah Al-Juhany
Dikenal dengan suara merdu dan ritmis, serta aktif sebagai pengajar di Universitas Umm Al-Qura, Makkah.
Bandar Baleelah
Imam dengan bacaan yang menenangkan, juga berkiprah sebagai akademisi di bidang studi Islam.
Yasser Ad-Dawsary
Imam dan dai dengan karakter suara lantang dan khas, aktif mengajar di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud.
Badr Al-Turki
Dikenal memiliki bacaan yang presisi dan penuh perenungan, serta berprofesi sebagai dosen di Universitas Umm Al-Qura.
Waleed Al-Shamsan
Imam Masjidil Haram dengan gaya bacaan emosional dan menyentuh, juga aktif dalam dunia akademik.
Tarawih, Tradisi Ibadah Ramadan di Masjidil Haram
Salat Tarawih menjadi salah satu ibadah utama yang selalu dinantikan selama Ramadan di Masjidil Haram. Bacaan Al-Qur’an disampaikan secara bertahap hingga khatam selama satu bulan penuh.
Kehadiran para imam pilihan ini diharapkan mampu menjaga kekhusyukan dan kualitas ibadah, baik bagi jamaah yang melaksanakan Tarawih secara langsung di Masjidil Haram maupun umat Islam di berbagai negara yang mengikuti melalui siaran langsung dan platform digital.