JABAL RAHMAH DALAM KISAH AWAL KEHIDUPAN MANUSIA

oleh Admin Pusat


Ditulis pada 29 Januari 2026



Di tengah hamparan gurun yang luas di sekitar kawasan Mekah, terdapat sebuah bukit yang tidak sekadar menjadi tanda geografis belaka. Jabal Rahmah – atau yang lebih dikenal sebagai Bukit Kerinduan – memegang makna mendalam dalam narasi awal kehidupan manusia, terutama dalam ajaran agama Islam dan tradisi Semit lainnya. Bukit ini menjadi saksi bisu peristiwa penting yang menghubungkan langit dan bumi, serta mencerminkan kedermawanan Tuhan terhadap makhluk-Nya.

 

Menurut kisah yang telah dituliskan dalam kitab suci dan diwariskan melalui mulut ke mulut, Jabal Rahmah adalah tempat di mana Nabi Adam dan Hawa bertemu kembali setelah diusir dari Surga. Setelah diperintahkan untuk turun ke bumi sebagai khalifah, keduanya terpisah dan berjalan sendirian di atas permukaan dunia yang masih baru. Perjalanan mereka yang penuh dengan kerinduan akhirnya berakhir di puncak bukit ini, di mana mereka saling bertemu dan mulai membangun kehidupan bersama sebagai leluhur umat manusia.

 

Makna "Rahmah" dalam nama bukit ini tidak hanya merujuk pada perjumpaan yang penuh kasih, tetapi juga pada anugerah yang diberikan kepada keduanya di tempat itu. Konon, di sini mereka menerima petunjuk tentang cara hidup di dunia, bagaimana berinteraksi dengan alam sekitar, dan tanggung jawab mereka sebagai pemelihara ciptaan Tuhan. Bukit ini menjadi simbol awal dari pembebasan dari kesalahan masa lalu dan kesempatan untuk memulai hidup yang baru dengan penuh harapan.

 

Selain dalam konteks perjumpaan Adam dan Hawa, Jabal Rahmah juga memiliki peran penting dalam ibadah umat Islam hingga kini. Pada hari kedua ibadah Haji, jamaah berkumpul di sini untuk mendengarkan khutbah dan melakukan doa bersama, merenungkan pesan kedermawanan dan kesatuan umat yang telah diajarkan sejak zaman awal manusia. Hal ini menunjukkan bahwa makna bukit ini tidak pernah pudar seiring berjalannya waktu, melainkan terus dihidupkan melalui praktik keagamaan dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

 

Jabal Rahmah mengingatkan kita bahwa kehidupan manusia dimulai dari titik yang penuh dengan kasih dan pengampunan. Meskipun awalnya ada kesalahan dan perpisahan, Tuhan selalu memberikan jalan untuk kembali ke jalan yang benar dan menemukan kebahagiaan bersama. Bukit ini menjadi bukti bahwa rahmat Tuhan meliputi segala sesuatu, bahkan dalam masa-masa awal yang penuh dengan tantangan bagi leluhur kita.

Berita lainnya

blog-img

Travel Umroh Amanah di Banyumas: Kenapa Harus Pilih Tareem Tour Travell

Tareem Tour & Travel merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Pariwisata dan Perjalananan ibadah Haji, Umrah dan Wisata Islami. Perusahaan  ini didirikan oleh Fuad bin Muhammad Al-Kaf...

Selengkapnya
02 September 2026
blog-img

Manasik Umroh Itu Apa? Materi, Jadwal & Manfaatnya Untuk Jamaah

"Pak, Bu... nanti ada manasik ya tanggal sekian"  

Pasti sering denger kalimat ini pas daftar umroh.

Tapi... m...

Selengkapnya
01 September 2026
blog-img

10 Kesalahan Pemula Saat Umroh yang Wajib Dihindari

Umroh pertama kali itu deg-degan campur bahagia ya Min. Tapi justru karena semangat, banyak jamaah pemula yang tanpa sadar melakukan kesalahan. Padahal 1 kesalahan kecil b...

Selengkapnya
01 September 2026