TAWAF 7 KALI: PERINTAH ALLAH, TELADAN RASULULLAH SAW.
oleh Admin Pusat
Ditulis pada
02 Februari 2026
Bila kita membayangkan ribuan jamaah dari berbagai penjuru dunia berkumpul di sekitar Ka'bah, berjalan dengan langkah yang sama arahnya – itu bukan sekadar tradisi. Tawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali adalah perintah yang jelas dari Allah SWT dan telah menjadi teladan yang diamalkan langsung oleh Rasulullah Muhammad ﷺ.
Dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 125, Allah berfirman: "Dan sesungguhnya telah Kami jadikan Baitullah itu sebagai tempat perlindungan bagi seluruh alam dan sebagai tempat ibadah; dan perintahkanlah kepada kaummu supaya mengerjakan tawaf dan i'tikaf. Dan sepakati dengan mereka tentang memberi minuman kepada orang yang berkembang biak (jamaah haji)." Ayat ini menjadi landasan bahwa tawaf bukan hanya kebiasaan, melainkan kewajiban yang telah ditetapkan untuk umat Islam.
Angka 7 dalam tawaf bukanlah angka yang dipilih secara sembarangan. Rasulullah ﷺ sendiri telah mengajarkan bahwa setiap putaran tawaf memiliki makna dan tujuan yang mendalam. Ketika beliau melaksanakan haji wada', beliau mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali dengan berjalan cepat pada tiga putaran pertama (ramal), dan berjalan biasa pada empat putaran berikutnya (idtiba'). Beliau tidak pernah menyimpang dari jumlah ini, bahkan ketika dalam kondisi yang tidak mudah, beliau tetap menjalankannya dengan penuh khusyuk.
Setiap putaran tawaf juga memiliki titik penting yang tidak bisa kita lewatkan. Mulai dari Hajar Aswad sebagai titik awal dan akhir setiap putaran, hingga berjalan menyilang antara bukit Safa dan Marwah yang menjadi kelanjutan dari ibadah ini. Rasulullah ﷺ selalu menyentuh dan mencium Hajar Aswad setiap kali melintasinya, sebagai bentuk penghormatan kepada simbol yang telah ada sejak zaman Nabi Ibrahim AS.
Tawaf 7 kali juga menjadi pengingat akan kesatuan umat Islam. Tak peduli warna kulit, bahasa, atau status sosial, semua orang berdiri sama di hadapan Allah. Semua berjalan mengelilingi satu objek yang sama, dengan tujuan yang sama – mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Rasulullah ﷺselalu menekankan bahwa tawaf harus dilakukan dengan hati yang tulus, bukan sekadar mengikuti gerakan tanpa makna.
Bagi kita yang belum berkesempatan melaksanakan ibadah haji atau umrah, memahami makna tawaf 7 kali bisa menjadi bahan renungan. Ia mengajarkan kita tentang disiplin dalam menjalankan perintah Allah, mengikuti teladan Rasulullah ﷺdengan ikhlas, dan menjunjung tinggi nilai kesatuan yang menjadi jiwa umat Islam.