Keutamaan Amalan Khusus Laki-Laki Saat Umrah
oleh Admin Pusat
Ditulis pada
09 Februari 2026
Umrah bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi momen penyucian diri yang memiliki keutamaan berlapis, terlebih bagi laki-laki yang mendapatkan beberapa kekhususan amalan. Salah satu amalan paling utama adalah tahallul dengan mencukur gundul (halq). Dalam sejumlah penjelasan ulama, laki-laki yang menggunduli kepalanya disebutkan mendapat doa khusus berulang kali, sebagai tanda keutamaan ketundukan total di hadapan Allah. Bukan hanya simbolis, halq dipandang sebagai penghapus dosa dan penggugur keangkuhan, ketika seorang lelaki rela menghilangkan mahkota lahiriahnya demi kesempurnaan ibadah.
Sejak memasuki ihram, laki-laki telah dibedakan melalui ketentuan berpakaian. Mereka mengenakan dua helai kain tanpa jahitan, tidak menutup kepala, dan tidak memakai alas kaki yang menutupi mata kaki, sebagai latihan nyata melepaskan status duniawi dan menyamaratakan diri di hadapan Allah. Kesederhanaan pakaian ini menjadi amalan lahir yang menguatkan kesadaran batin, bahwa di Tanah Suci, kemuliaan tidak diukur dari jabatan, gelar, atau penampilan, melainkan dari ketaatan.
Dalam thawaf dan sa’i, laki-laki juga memiliki beberapa anjuran khusus. Di antara amalan yang sering ditekankan adalah kesungguhan fisik, seperti mempercepat langkah (raml) pada bagian tertentu bagi yang mampu, sebagai simbol kekuatan, kesiapan berjuang, dan semangat mengikuti jejak Rasulullah. Setiap langkah thawaf dan sa’i mengandung janji penghapusan dosa, pengangkatan derajat, hingga pahala yang diserupakan dengan memerdekakan budak, sehingga laki-laki didorong untuk melakukannya dengan penuh khusyuk dan kekuatan tekad.
Di luar rangkaian rukun, laki-laki juga dituntut memperbanyak shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, karena satu kali shalat di kedua masjid itu dilipatgandakan pahalanya secara luar biasa. Keutamaan umum umrah seperti penghapusan dosa, keluasan rezeki, dan kedudukan sebagai “tamu Allah” ikut menyempurnakan pahala amalan-amalan khusus laki-laki ini, menjadikan umrah sebagai momentum pembentukan pribadi muslim yang lebih tunduk, kuat, dan bertanggung jawab setelah kembali ke tanah air.