Kampung Haji Indonesia di Makkah Direncanakan Terhubung Langsung ke Masjidil Haram
oleh Admin Pusat
Ditulis pada
11 Februari 2026
Pemerintah Indonesia terus mematangkan rencana pembangunan Kampung Haji RI di Makkah sebagai fasilitas strategis bagi jamaah haji dan umrah. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa kawasan ini nantinya akan memiliki akses langsung ke Masjidil Haram melalui terowongan khusus.
Menag menjelaskan bahwa lokasi Kampung Haji berada di area yang relatif dekat dengan Ka’bah, diperkirakan sekitar 1–3 kilometer. Dengan adanya terowongan penghubung, mobilitas jamaah diharapkan menjadi lebih mudah, aman, dan efisien.
Menurut Nasaruddin, progres proyek ini juga telah dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh dan organisasi Islam. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia memperoleh lahan luas di Makkah tidak lepas dari hubungan diplomatik yang baik antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.
“Alhamdulillah, berkat hubungan erat Bapak Presiden dengan Raja Arab Saudi, Indonesia mendapat kesempatan memiliki lahan yang cukup besar di Makkah,” ujarnya di Jakarta pada awal Februari 2026.
Indonesia Jadi Negara Pertama Miliki Properti di Makkah dan Madinah
Menag menekankan bahwa Indonesia menjadi negara pertama yang diizinkan memiliki properti di Makkah dan Madinah—sebuah kebijakan yang sebelumnya tidak berlaku bagi negara asing.
Ia menyebutkan bahwa keputusan terbaru pemerintah Saudi kini membuka peluang kepemilikan asing atas tanah, hotel, dan properti lain di dua kota suci tersebut. Sebelumnya, aturan ini hanya berlaku di kota-kota seperti Riyadh dan Jeddah, sementara Makkah dan Madinah tertutup bagi kepemilikan asing.
Sebelumnya, Indonesia telah membeli lahan seluas sekitar 5 hektar beserta sebuah hotel berkapasitas 1.460 kamar yang berjarak kurang lebih 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Area ini direncanakan menjadi Kompleks Haji Indonesia yang akan terdiri dari 13 menara dengan total lebih dari 6.000 kamar, mampu menampung ribuan jamaah.
Akses Lebih Dekat dan Nyaman untuk Jamaah
Selain terowongan, pemerintah juga merencanakan pembangunan jembatan penghubung menuju Masjidil Haram. Menteri Investasi Rosan Roeslani sebelumnya menyebut proyek ini akan rampung pada 2026 dan dinamakan Jembatan Al-Hujun.
Ia menegaskan bahwa lokasi Kampung Haji RI lebih dekat dibanding pemondokan jamaah haji Indonesia selama ini yang umumnya berjarak 4,5–6 kilometer dari Masjidil Haram.
Dengan fasilitas baru ini, pemerintah berharap pengalaman ibadah jamaah Indonesia semakin nyaman, praktis, dan lebih khusyuk, baik saat haji maupun umrah.