Hubungan Ular dan Jin

oleh Babah Fuad


Ditulis pada 26 Maret 2021



Tareem Tour & Travel - Kebanyakan jin itu merubah bentuk dalam bentuk ular atau kalajengking, dan jika jin berbentuk bukan pada bentuk aslinya, maka dia dilarang untuk menganggu seorang pun. Kalau dia mengganggu dengan bentuk bukan aslinya, maka dia tidak akan kembali ke bentuk aslinya, bahkan dia akan tetap berbentuk dengan bentuk tersebut selamanya. 

Ular-ular yang tempat tinggalnya adalah ruma-rumah manusia, maka ular itu tidak boleh di bunuh, kecuali ular itu telah diperingatkan sampai tiga kali  (Karena ada kemungkinan ular itu adalah jin yang berwujud ular). 

Cara berbicara yang digunakan ketika memperingatkan adalah apa yang telah diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Laila bahwasanya Rasulullah SAW ditanya tentang ular-ular yang tinggal di rumah-rumah. Rasulullah SAW bersabda: 

"Jika kalian melihat salah satu dari ular-ular itu di tempat tinggal kalian maka katakanlah: 

اَنْشُدُ كُنَّ العَهْدَ الَّذِي اَخَدَ عَلَيْكُنَّ نُوْحٌ، اَنْشُدُ كُنَّ العَهْدَ الَّذِي اَخَدَ عَلَيْكُنَّ سُلَيْمَانُ اَنْ لَاتُؤْذُوْنَا

Aku ingatkan perjanjian kalian (wahai ular) dengan Nabi Nuh, aku ingatkan perjanjian kalian dengan Nabi Sulaiman yang mana mereka mengambil janji atas kalian untuk tidak mengganggu kami.

Jika ular itu kembali maka bunuhlah!" <Sab'ah Kutub Mufidah:194 dan 1>

Habib Ahmad Ali bin Hasan Al-Attos r.a bahwasanya beliau berkata: "Jika seseorang hendak melepas pakaian (bertelanjang) atau membutuhkan untuk melepas pakaian (bertelanjang) di tempat yang sepi, maka hendaklah ia membaca :

َبِسْمِ الله الَّذِي لَا اِلَهَ اِلَّا هُو

Karena bacaan itu bisa menjaga dan menutupi dari penglihatan-penglihatan jin, sehingga mereka tidaklah bisa melihat dan tidak bisa menggangu.

Sayyid Muhammad bin Syekh Al-Jufri pernah melihat seekor ular berada di samping habib Abdullah Al-Haddad di majlis beliau, lalu salah seorang yang hadir mengambil tongkat untuk memukul ular itu. Habib Abdullah pun berkata pada orang itu: 

"Jangan kamu bunuh ular itu, biarkanlah dia!"

Ular itu tetap berada di tempatnya sampai pelajaran selesai, lalu al-habib Abdullah membaca Al-Fatehah dan berdo'a, tatkala do'a telah selesai, ular itu (yang sebenarnya jin) berjalan dan pergi. <Tatsbitul-Fuad:1/6>

Menurut pendapat jumhur (kebanyakan ulama) bahwasanya jin-jin yang mukmin itu akan diberi pahala dan akan masuk surga. Abu Hanifah dan Al-Laits berpendapat: "Mereka para jin mukmin tidaklah masuk surga, dan pahala mereka adalah selamat dari azab neraka". <Sab'ah Kutub mufidah : 192>

Berita lainnya

blog-img

Umroh Keluarga: Membangun Ikatan Ukhuwah di Tanah Suci

Umrah bersama keluarga mengubah ibadah individu menjadi pengalaman kolektif penuh berkah. Bukan sekadar ziarah, ini kesempatan mendidik anak-anak tentang sejarah Ka'bah sambil mempererat silaturahm...

Selengkapnya
23 Januari 2026
blog-img

Kota Thaif: Permata Sejuk di Provinsi Mekkah

Kota Thaif, terletak sekitar 100 km timur laut Mekkah di Provinsi Mekkah, Arab Saudi, dikenal sebagai "Kota Mawar" berkat iklim sejuknya di lereng Pegunungan Hijaz dengan suhu rata rata 20-30...

Selengkapnya
23 Januari 2026
blog-img

ASBABUN NUZUL SURAH AL-BAQARAH AYAT 196: LATAR BELAKANG DAN MAKNA YANG TERKANDUNG

Memahami alasan turunnya setiap ayat dalam Al-Qur’anmenjadi kunci penting untuk mengungkap makna yang sebenarnya terkandung di dalamnya. Hal ini berlaku juga bagi Surah Al-Baqarah ayat 196, ...

Selengkapnya
22 Januari 2026