Kekuatan Shalawat Hingga Jaminan Masuk Syurga
oleh Babah Fuad
Ditulis pada
29 Maret 2021
Tareem Tour & Travel - Sholawat atas nabi adalah ungkapan, sanjungan, kekaguman dan permohonan seorang hamba kepada Allah SWT melalui ungkapan mulia agar Allah senantiasa memuliakan Nabi Muhammad SAW.
Ulama sepakat bahwa seluruh amal ibadah ada yang diterima dan ada yang ditolak kecuali shalawat kepada Nabi SAW, maka ia pasti diterima sebagai penghormatan untuk Nabi SAW.
Sebagian kaum shalihin berkata: "Aku memiliki seorang tetangga yang banyak maksiat, dan aku telah menyuruhnya bertaubat, tapi ia tidak mau melakukannya. Dan ketika ia meninggal, aku melihatnya berada di surga, maka aku berkata kepadanya: "Dengan apa kamu memperoleh kedudukan ini ?
Ia menjawab:
"Aku pernah menghadiri majlis seorang ahli hadits, lalu aku mendengar ia berkata: "Barang siapa mengeraskan suaranya dengan bershalawat kepada Nabi SAW, maka wajib baginya surga"
maka aku mengeraskan suaraku dengan bershalawat dan orang-orang ikut mengeraskan suara mereka, oleh karena itu Allah mengampuni kami semua".
<Nuzhatul-Majalis: 2/112>
Dari Jabir r.a bahwasanya Nabi SAW naik mimbar, maka ketika beliau naik ke tangga pertama, beliau berkata: "Aamiin", dan ketika naik ke tangga kedua, beliau berkata: "Aamiin", kemudian tangga ketiga, beliau berkata: "Aamiin". Maka para sahabat berkata :
"Ya Rasulullah, kami mendengarmu mengucapkan Aamiin tiga kali".
Beliau menjawab: "Ketika aku naik ke tangga pertama, Jibril datang kepadaku dan berkata: "Celaka bagi orang yang mendapatkan Ramadhan hingga akhir bulan, akan tetapi ia tidak diampuni, maka aku katakan 'aamiin'. Kemudian ia berkata : "Celaka bagi orang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah satunya akan tetapi kedua orang tuanya tidak membuatnya masuk surga, maka aku katakan 'aamiin'. Kemudian berkata: "Celaka orng yang disebutkan namamu kepadanya sedangkan dia tidak bershalawat kepadamu, maka akau katakan 'aamiin. (HR. al-Imam Bukhari)
Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW.