Taubatlah Sebelum Terlambat

oleh Babah Fuad


Ditulis pada 02 April 2021



Tareem Tour & Travel - Al-Habib Abdullah Al-Haddad berkata: "Jika manusia telah mencapai umur 40 tahun dan pikirannya masih tertuju pada dunia, maka setan akan mendatanginya dan mengusap wajahnya seraya berkata: " Demi ayahku, ini adalah wajah orang yang tidak beruntung (celaka)". Dalam riwayat lain: "Bersiap-siaplah dia ke neraka".

Dikatakan, bahwa seorang hamba jika melakukan sebuah kebaikan, maka malaikat sebelah kanan pun segera mencatatnya. Dan jika dia berbuat sebuah kesalahan, maka malaikat sebelah kiri bertanya kepada malaikat sebelah kanan: "Apakah aku catat?". Malaikat sebalah kanan menjawab : "Jangan, barangkali dia akan beristighfar (meminta ampun) atau bertaubat". Jika waktu telah berjalan enam jam dalam ilmu falak tanpa ada taubat, maka malaikat sebelah kanan berkata kepada malaikat sebelah kiri: "Catatlah, Mudah-mudahan Allah menghibur kita dari orang itu".

Sebagian ulama berkata: dahulu Taubat pada bani israil adalah dengan membunuh dirinya sendiri, sebagaimana firman Allah SWT:           "Maka bertaubatlah kepadaTuhan yang menjadikan kamu dan bunuhah dirimu" (QS. Al Baqarah: 54)

Taubat itu mempunyai lima syarat :

1. Meninggalkan dosa yang diperbuat. Diriwayatkan dalam hadits: "Orang yang meminta ampun dari perbuatan dosa sedangkan dia masih melakukan perbuatan itu, maka dia telah menghina tuhannya"

2. Menyesal dengan apa yang telah diperbuat, dengan cara bersedih dan merasa menyesal atas perbuatannya, dan penyesalannya haruslah karena dosa yang diperbuat. 

3. Berniat dan berkeinginan kuat untuk tidak mengulangi kembali perbuatan tersebut sebagaimana air susu yan sudah diperah tidak akan kembali ke asalanya

4. Terjadinya taubat sebelum sampainya ruh ke kerongkongan (mendekati ajal) yang seseorang tidak bisa diharapkan lagi kehidupannya

5. Terjainya taubat sebelum terbitnya matahri dari barat (kiamat). Jika perbuatann dosa itu berhubungan dengan manusia, maka ditambah satu syarat lagi yaitu :

   6. Mengembalikan hak yang didzalimi kepada pemiliknya atau mendapatkan pembebeasan hak atau maaf dari sang pemilik hak jika bisa. Jika tidak bisa maka wajib baginya mengembalikan apa yang telah dirampasnya atau yang telah dicurinya kepada pemilik atau pewarisanya misalnya, atau mengembalikan barang penggantnya jika barang yang diambil itu telah rusak.


Berita lainnya

blog-img

Travel Umroh Amanah di Banyumas: Kenapa Harus Pilih Tareem Tour Travell

Tareem Tour & Travel merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Pariwisata dan Perjalananan ibadah Haji, Umrah dan Wisata Islami. Perusahaan  ini didirikan oleh Fuad bin Muhammad Al-Kaf...

Selengkapnya
02 September 2026
blog-img

Manasik Umroh Itu Apa? Materi, Jadwal & Manfaatnya Untuk Jamaah

"Pak, Bu... nanti ada manasik ya tanggal sekian"  

Pasti sering denger kalimat ini pas daftar umroh.

Tapi... m...

Selengkapnya
01 September 2026
blog-img

10 Kesalahan Pemula Saat Umroh yang Wajib Dihindari

Umroh pertama kali itu deg-degan campur bahagia ya Min. Tapi justru karena semangat, banyak jamaah pemula yang tanpa sadar melakukan kesalahan. Padahal 1 kesalahan kecil b...

Selengkapnya
01 September 2026