Tipu Daya Setan

oleh Babah Fuad


Ditulis pada 04 April 2021



Tareem Tour & Travel - Setan adalah musuh bagi manusia. Sebagaimana layaknya musuh, maka yang diinginkan setan adalah kemaksiatan, kesengsaraan, kerugian. Setan tidak menyukai manusia mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan. Maka dari itu, setan pun melakukan berbagai tipu daya untuk mewujudkan keinginannya.

Sesungguhnya setan -semoga Allah melaknatnya- telah berusaha memperdayai Syekh Sa'id bin Isa Al-'Amudi dengan tujuan untuk menyesatkan beliau, namun setan tidaklah berhasil sedikit pun. Maka setan berubah bentuk dirinya menjadi penggembala kambing yang fakir. Lalu setan berkata: 

" Wahai syekh Sa'id, aku ingin menggembalakan kambing untuk Anda"

Dan setan bermaksud memperdayai beliau karena setan ingin mendapatkan sesuatu dari keinginannya. Tapi syekh Sa'id telah mengetahui identitas sesungguhnya dan Syekh hanya ingin memperkerjakannya dan menjadikannya pembantu, dan setan yang terlaknat tidaklah mengetahui kalau syekh telah mengetahui identitasnya.

Setelah berlalu beberapa waktu, datanglah salah seorang kaum arifin mengunjungi syekh Sa'id, lalu orang arif ini melihat si penggembala itu seraya berkata : "Wahai syekh Sa'id, apakah Anda tidak tahu orang yang menggembalakan kambing Anda?"

Syekh Sa'id menjawab: "Ya aku mengetahuinya semenjak dia datang untuk menggembala, tetapi biarkanlah setan yang telaknat ini sengsara!"

Lalu setan pun tahu kalau tidak ada cara baginya untuk menipu Syekh Sa'id, lalu dia pergi terbang, dan Syekh Sa'id tidak menyadari dengan kepergian setan.

Diriwayatkan ada sebuah kelompok orang yang sedang berkumpul di salah satu masjid untuk berdzikir dan mempelajari agama, lalu setan merasa dengki tehadap mereka dan ingin membubarkan kumpulan itu namun setan tidaklah mampu. Tatkala setan telah menyaksikan mereka dan tidak mampu untuk mengganggu mereka, setan pun pergi ke pasar dan merusak hubungan dua orang sehingga kedua orang  ini saling bertengkar dan saling memukul, lalu ada orang yang berteriak dengan keras: 

"Wahai orang yang ada di masjid, bantulah saudara kalian yang ada di pasar karena telah terjadi keributan diantara mereka".

Maka bangkitlah orang-orang yang ada di masjid untuk mendamaikan dua orang yang saling bermusuhan, dan mereka yang di masjid pun membubarkan diri dari majlis mereka, dan itulah tujuan setan.

Jikalau wadah itu penuh dengan sesuatu, maka wadah itu tidak akan menerima sesuatu yang lainnya. Begitu juga hati, jika telah dipenuhi oleh iman maka setan tidak akan memasukinya.

Berita lainnya

blog-img

Umroh Keluarga: Membangun Ikatan Ukhuwah di Tanah Suci

Umrah bersama keluarga mengubah ibadah individu menjadi pengalaman kolektif penuh berkah. Bukan sekadar ziarah, ini kesempatan mendidik anak-anak tentang sejarah Ka'bah sambil mempererat silaturahm...

Selengkapnya
23 Januari 2026
blog-img

Kota Thaif: Permata Sejuk di Provinsi Mekkah

Kota Thaif, terletak sekitar 100 km timur laut Mekkah di Provinsi Mekkah, Arab Saudi, dikenal sebagai "Kota Mawar" berkat iklim sejuknya di lereng Pegunungan Hijaz dengan suhu rata rata 20-30Â...

Selengkapnya
23 Januari 2026
blog-img

ASBABUN NUZUL SURAH AL-BAQARAH AYAT 196: LATAR BELAKANG DAN MAKNA YANG TERKANDUNG

Memahami alasan turunnya setiap ayat dalam Al-Qur’anmenjadi kunci penting untuk mengungkap makna yang sebenarnya terkandung di dalamnya. Hal ini berlaku juga bagi Surah Al-Baqarah ayat 196, ...

Selengkapnya
22 Januari 2026