Akhir Kisah Seorang Ahli Ilmu yang Sombong

oleh Babah Fuad


Ditulis pada 09 April 2021



Tareem Tour & Travel - Dikisahkan dari syekh Abdul Qadir al-Jailani r.a ketika masih belajar beliau berteman dengan Ibun Saqa dan Ibnu Abi 'Ishrun dalam menelaah pelajaran. Beliau memilih keduanya karena mereka tergolong orang yang cerdas dan pandai supaya dapat membantunya saat mempelajari kembali pelajaran dan memecahkan kesulitan dari pelajaran tersebut.

Hingga suatu saat, mereka berkumpul dan bermusyawarah untuk pergi mengunjungi al-Ghouts. Al-Ghouts merupakan sosok yang terkenal baik dan rajin beribadah serta diziarahi oleh berbagai kalangan dan berbagai penjuru.

Al-Ghouts ini bertempat tinggal di pinggiran kota dan Habib Abdul Qodir menganjurkan keduanya untuk menziarahinya. Ketika mereka hendak berangkat, Ibnu Saqa' berkata:

"Aku akan berangkat menemui al-Ghouts dengan satu masalah yang sulit dan aku akan tanyakan kepadanya sehingga dia menjadi bingung dan tidak tahu apa yang akan dia katakan tentang pertanyaanku".

Dan Ibu Abi 'Ishrun berkata:

"Aku akan menanyainya tentang satu masalah yang tidak aku ketahui dan aku akan melihat, apa yang akan dia katakan nanti".

Lalu keduanya bertanya "Kalau kamu wahai Abdul Qadir?''. Beliau menjawab:

"Aku akan berangkat mengunjunginya demi mengharapkan berkah darinya tanpa menanyakan sesuatu apa pun, karena orang yang seperti ini sedang sibuk dengan sesuatu yang lebih agung bila dibanding dengan pertanyaan-pertanyaan kalian yaitu Allah SWT".

Lalu mereka bertiga berangkat dengan tujuan dan niat masing-masing. Setelah mereka mengetuk pintu, maka al-Ghouts membukakan pintu dan agak lamban keluar guna menemui mereka, setelah beberapa saat al-Ghouts menemui mereka dalam keadaan marah, memakai pakaian kewaliannya dan berkata kepada mereka:

"Adapun engkau wahai Ibnu Saqa', kamu menemuiku untuk mengujiku dengan masalah ini, maka jawabannya ini, dalam kita ini, di halaman ini, dan dia menjelaskannya".

lalu Al-Ghouts berkata kepadanya: 

"Keluarlah! karena sesungguhnya aku melihat api kekufuran menyala di antara tulang rusukmu, adapaun kamu wahai Ibnu Abi 'Ishrun, kamu keluar untuk menanyakan pada kami tentang masalah ilmiah agar kamu dapat melihat apa yang akan kami katakan, masalahnya adalah ini, jawabannya ini, dalam kitab ini, keluarlah! karena sesungguhnya aku melihat dunia mengotorimu."

"Adapun engkau wahai anakku Abdul Qadir, kamu keluar mengharap berkah kami, permintaanmu insya Allah tercapai, dan engkau akan mengatakan: 'telapak kakiku ini berada di atas pundak setiap wali'.

Lalu mereka semua keluar dari hadapan al-Ghouts. Dan tidak lama setelah itu Ibnu Saqa' dipanggil dengan perintah raja untuk pergi ke ulamanya orang Nasrani guna mendebat mereka, karena raja mereka meminta kepada raja orang muslim, orang yang paling alim dari penduduknya untuk berdebat dengan mereka, maka berkumpul para penduduknya dan mereka sepakat menunjuk Ibnu Saqa'.

Mereka berkata: "Dia yang paling cerdas dan yang paling alim".

Maka raja menyuruhnya pergi menemui orang-orang Nasrani. Ketika sampai di daerah mereka, dia melihat wanita Nasrani dan jatuh cinta kepadanya dan tergila-gila dengannya, dia meminangnya lewat ayahnya. Maka ayahnya menolak kecuali jika dia masuk agama mereka. Lalu Ibnu Saqa' masuk agama mereka dan menjadi orang Nasrani 

Kita memohon pada Allah keselamatan dari yang seperti itu

Adapaun Ibnu Abi 'Ishrun, raja memberinya kepercayaan mengurus harta wakaf dan sedekah, maka datang kepadanya dunia dari semua arah, dia tahu bahwa ini sebab doa al-Ghouts 

Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah SWT

Adapun Habib Abdul Qadir, dia telah mencapai derajat yang tinggi sehingga dia berkata : 

"Telapak kakiku ini berada di atas bahu setiap wali"

Suaranya sampai kepada seluruh wali, dan mereka semua menundukkan kepala mereka tatkala mendengar perkatannya ini dan mengakuinya.

Berita lainnya

blog-img

Masjidil Haram Sediakan Penitipan Anak 24 Jam Selama Ramadhan, Ibadah Keluarga Jadi Lebih Nyaman

Lonjakan jamaah umrah dan ibadah Ramadhan di Masjidil Haram membuat pengelola menghadirkan layanan yang lebih ramah keluarga. Kini, orang tua yang membawa anak kecil tidak perlu khawatir saat ingin...

Selengkapnya
27 Februari 2026
blog-img

Selama Ramadhan, Masjidil Haram Siapkan 60 Pos Pemandu untuk Bantu Jamaah Umrah

Menyambut Ramadhan 1447 H, pengelola Masjidil Haram menghadirkan sistem pemandu lapangan terpadu guna membantu jamaah umrah yang membludak di bulan suci. Sebanyak 60 pos pemandu disiagakan di berba...

Selengkapnya
26 Februari 2026
blog-img

Mudahkan Akses Jemaah, Arab Saudi Pasang 92 Penanda Gerbang Baru di Masjidil Haram

Upaya peningkatan layanan bagi jamaah terus dilakukan di Masjidil Haram. Terbaru, otoritas setempat memasang 92 rambu penomoran gerbang sebagai bagian dari Proyek Perluasan Saudi Tahap Kedua. Langk...

Selengkapnya
25 Februari 2026