Pemimpin yang Adil

oleh Babah Fuad


Ditulis pada 18 April 2021



Tareem Tour & Travel - Pada era kepemimpinannya, Sayyiduna Umar bin Khattab r.a tidak  pernah tidur siang mau pun malam, ia hanya tidur sejenak dalam keadaan duduk sambil menundukkan kepalanya dan beliau berkata:

"Jika aku tidur di malam hari maka aku menyia-nyiakan diriku (dengan meninggalkan ibadah), dan jika aku tidur di siang hari, maka aku menyia-nyiakan rakyatku yang menjadi tanggung jawabku".

Sayyiduna Umar bin Khattab senantiasa menangis siang malam, maka beliau ditanya dengan hal itu. Beliau berkata:

"Aku telah dibebani perkara yang jika aku berlaku adil aku dihisab, dan jika aku berlaku zalim aku diadzab''.

Sayyiduna Umar ketika menjadi Kholifah beliau setiap malam selalu mencari rakyatnya yang kesusahan bahkan beliau sendiri yang mengambil gandum untuk diberikan kepada rakyatnya yang memerlukan.
Sayiduna Umar mengorbankan seluruh harta, waktu dan tenaganya demi kepentingan rakyat yang dipimpinnya, sungguh mulia teladan beliau dalam menjadi seorang pemimpin.

Para ulama berkata:

"Tertulis di tongkat Nabi Musa bahwasanya orang alim yang tidak mengamalkan ilmunya maka ia dan iblis sama saja, seorang penguasa jika tidak berlaku adil kepada rakyat maka ia dan Fir'aun sama saja, seorang saudagar kaya jika tidak mendermakan hartanya sesuai aturan Allah dan  tidak mengumpulkannya dari perkara yang halal maka ia dan Qorun sama saja, seorang miskin yang tidak sabar dengan kefakirannya maka ia dengan anjing sama saja."

"Agama itu ibarat pondasi dan penguasa adalah penjaga, setiap hal  yang tidak berpondasi maka akan roboh dan setiap hal yang tidak berpenjaga maka akan hilang".

Berita lainnya

blog-img

Umroh Keluarga: Membangun Ikatan Ukhuwah di Tanah Suci

Umrah bersama keluarga mengubah ibadah individu menjadi pengalaman kolektif penuh berkah. Bukan sekadar ziarah, ini kesempatan mendidik anak-anak tentang sejarah Ka'bah sambil mempererat silaturahm...

Selengkapnya
23 Januari 2026
blog-img

Kota Thaif: Permata Sejuk di Provinsi Mekkah

Kota Thaif, terletak sekitar 100 km timur laut Mekkah di Provinsi Mekkah, Arab Saudi, dikenal sebagai "Kota Mawar" berkat iklim sejuknya di lereng Pegunungan Hijaz dengan suhu rata rata 20-30Â...

Selengkapnya
23 Januari 2026
blog-img

ASBABUN NUZUL SURAH AL-BAQARAH AYAT 196: LATAR BELAKANG DAN MAKNA YANG TERKANDUNG

Memahami alasan turunnya setiap ayat dalam Al-Qur’anmenjadi kunci penting untuk mengungkap makna yang sebenarnya terkandung di dalamnya. Hal ini berlaku juga bagi Surah Al-Baqarah ayat 196, ...

Selengkapnya
22 Januari 2026