Ancaman Bermaksiat

oleh Babah Fuad


Ditulis pada 03 Mei 2021



Tareem Tour & Travel - Hakikat taqwa adalah hendaknya Tuhanmu tidak melihatmu pada apa yang telah dilarang atasmu, dan tidaklah Tuhanmu kehilangan kamu pada apa yang telah diperintahkan-Nya. <al-Jawahir al-Lu'luiyyah: 167>

Maksudnya taqwa adalah menjalankan semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-Nya. Sebagian ulama salaf berkata :

"Jika kamu bermaksiat kepada Allah sedangkan kamu tahu bahwasanya Dia melihatmu, maka kamu adalah orang yang meremehkan terhadap pantauan Allah kepadamu, dan jikalau kamu bermaksiat kepada Allah sedangkan kamu berpendapat bahwa Dia tidak mengawasimu, maka kamu kafir (karena tidak beriman kepada adanya pengawasannya yang wajib kita imani). <Risalatul-Mudzakarah:23>

Janganlah kamu meremehkan kemaksiatan, karena Adam a.s dikeluarkan dari surga sebab satu kemaksiatan. Imam Ali Zainal Abidin r.a berkata :

"Sesungguhnya Allah SWT menyembunyikan 3 hal pada 3 hal lainnya:

1. Allah menyembunyikan ridha-Nya pada perbuatan taat. Oleh karena itu, janganlah kalian meremehkan sedikit pun dari perbuatan taat kepada Allah, barang kali keridhaan Allah ada pada perbuatan taat itu.

2. Allah menyembunyikan kemurkaan-Nya pada perbuatan maksiat. Maka dari itu, janganlah kalian meremehkan sekecil apa pun dari perbuatan maksiat, mungkin saja kemurkaan Allah ada pada maksiat itu.

3. Allah menyembunyikan kewalian seseorang pada makhluk-Nya. Maka janganlah kalian meremehkan seorang pun dari hamba-Nya, mungkin saja orang yang diremehkan itu adalah wali Allah.

Sayyiduna Ali berkata pada orang yang bermaksiat sedangkan dia mengharapkan ampunan dari Allah: "Anggaplah Allah telah mengampunimu, tapi bukankah kamu telah kehilangan pahala orang-orang yang telah berbuat kebaikan?". Lalu sebagian ulama salaf mendengar perkataan ini, dia pun menangis atas perkataan itu selama 40 tahun.

Kebaikan itu menarik kebaikan lainnya dan kejelekan setelah kejelakan itu merupakan balasan dari kejelekan yang pertama. Rasulullah SAW bersabda :

"Barang siapa meneladankan suatu amal baik dalam Islam, maka ia akan mendapat pahala amal kebaikan tersebut dan pahala orang yang mengamalkan kebaikan tersebut setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barang siapa meneladankan suatu amal jelek dalam islam, maka ia akan mendapat dosa amal jelek tersebut dan dosa orang yang mengamalkan kejelekan tersebut setelahnya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun".

Pengaruh dari ketaatan adalah cahaya, pengaruh dari syahwat adalah kerasnya hati, dan pengaruh dari kemaksiatan adalah kegelapan. Jika seseorang telah melakukan dosa besar, maka orang itu menjadi fasik. Dan ia tidak akan menjadi orang yang adil kecuali sudah teruji selama setahun dia tidak melakukan satu dosa besarpun.  

Berita lainnya

blog-img

Umroh Keluarga: Membangun Ikatan Ukhuwah di Tanah Suci

Umrah bersama keluarga mengubah ibadah individu menjadi pengalaman kolektif penuh berkah. Bukan sekadar ziarah, ini kesempatan mendidik anak-anak tentang sejarah Ka'bah sambil mempererat silaturahm...

Selengkapnya
23 Januari 2026
blog-img

Kota Thaif: Permata Sejuk di Provinsi Mekkah

Kota Thaif, terletak sekitar 100 km timur laut Mekkah di Provinsi Mekkah, Arab Saudi, dikenal sebagai "Kota Mawar" berkat iklim sejuknya di lereng Pegunungan Hijaz dengan suhu rata rata 20-30Â...

Selengkapnya
23 Januari 2026
blog-img

ASBABUN NUZUL SURAH AL-BAQARAH AYAT 196: LATAR BELAKANG DAN MAKNA YANG TERKANDUNG

Memahami alasan turunnya setiap ayat dalam Al-Qur’anmenjadi kunci penting untuk mengungkap makna yang sebenarnya terkandung di dalamnya. Hal ini berlaku juga bagi Surah Al-Baqarah ayat 196, ...

Selengkapnya
22 Januari 2026