Masjidil Haram Terapkan Gelang Identitas Pintar untuk Anak & Lansia, Ibadah Jadi Lebih Aman
oleh Admin Pusat
Ditulis pada
23 Desember 2025
Pemerintah Arab Saudi terus meningkatkan perlindungan bagi jamaah haji dan umrah, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Salah satu langkah terbarunya adalah penyediaan gelang identitas pintar berbasis RFID yang dibagikan gratis di area Masjidil Haram.
Program ini digagas oleh otoritas pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sebagai bagian dari sistem keselamatan terpadu, guna mencegah kejadian jamaah terpisah dari keluarga di tengah padatnya aktivitas ibadah.
Gelang ini dirancang sederhana namun fungsional, membantu petugas menemukan dan mengembalikan jamaah yang tersesat dengan cepat dan aman.
Bisa Diambil Gratis di Pintu Masuk Masjid
Orang tua maupun pendamping lansia dapat memperoleh gelang ini langsung di beberapa gerbang utama Masjidil Haram. Petugas berjaga selama 24 jam untuk membantu proses pendataan secara singkat dan praktis.
Beberapa lokasi pengambilan gelang antara lain:
Gerbang Ajyad 3
Gerbang King Abdulaziz
Gerbang King Fahd No. 79
Pada gelang tersebut dicantumkan nomor kontak wali atau pendamping, sehingga jika terjadi kondisi darurat, petugas dapat segera menghubungi pihak keluarga tanpa prosedur yang rumit.
Teknologi RFID Tanpa Ribet, Tanpa Aplikasi
Berbeda dengan sistem pelacakan digital yang membutuhkan pendaftaran atau aplikasi khusus, gelang ini menggunakan ID RFID unik. Saat ditemukan anak atau lansia yang terpisah, petugas cukup memindai gelang untuk mengetahui informasi pendampingnya.
Otoritas setempat memastikan bahwa:
Tidak ada data sensitif yang disimpan
Tidak memerlukan aplikasi atau pendaftaran online
Gelang otomatis nonaktif saat jamaah meninggalkan area masjid
Seluruh petugas keamanan dan relawan Masjidil Haram telah dibekali pelatihan khusus agar proses penanganan berjalan cepat, ramah, dan menenangkan jamaah.
Fokus Lindungi Jamaah Lansia & Anak
Program gelang identitas ini memberikan rasa aman tambahan bagi jamaah lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas, serta anak-anak yang rawan terpisah di tengah keramaian.
Dengan sistem ini, otoritas Masjidil Haram mencatat penurunan signifikan laporan jamaah terpisah, terutama pada periode puncak umrah dan musim haji.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Arab Saudi dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan jamaah, agar setiap tamu Allah bisa beribadah dengan lebih tenang dan khusyuk.